Selasa, Desember 09, 2008

Tuntunan Keselamatan Dalam Perjalanan Ibadah Haji

I. Persiapan
  1. Menjaga kondisi kesehatan dengan makan makanan yang bergizi dan berolah raga secara teratur.
  2. Menyelesaikan urusan pribadi dan hutang piutang.
  3. Menyiapkan bekal untuk keluarga yang ditinggalkan.
  4. Menyiapkan barang-barang bawaan, yaitu : bekal, pakaian dan obat-obatan.


II. Berangkat ke Asrama Haji Embarkasi

  1. Membawa dokumen yaitu : Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA), bukti setor warna biru dan buku kesehatan.
  2. Membawa 1 (satu) buah tas koper, tas tentengan, tas paspor yang diberikan oleh pihak penerbangan.
  3. Mengecek kembali semua perbekalan dan jangan tergesa-gesa.
    Berangkat ke Asrama Haji Embarkasi sesuai dengan jadwal yang tertulis dalam SPMA dan berdo’a.


III. Di Asrama Haji Embarkasi

  1. Menyerahkan SPMA kepada petugas.
  2. Memeriksakan barang bawaan kepada petugas.
  3. Memeriksakan kesehatan kepada petugas.
  4. Mengikuti bimbingan yang diselenggarakan oleh PPIH Embarkasi.
  5. Menerima uang living cost sebesar Rls 1500.
  6. Menerima paspor dan dimasukkan ke dalam tas paspor.
  7. Simpanlah baik-baik dokumen dan living cost, jangan sampai hilang.
  8. Menerima gelang identitas yang sesuai dengan nama, nomor paspor, nama embarkasi dan kloter untuk dipakai.
  9. Bagi jamaah yang menderita penyakit tertentu, siapkan obat-obatan seperlunya dalam tas paspor untuk memudahkan bila diperlukan.
    Bagi jamaah haji yang sering mengalami mabuk perjalanan agar minum obat anti mabuk dua jam sebelum naik kendaraan.
  10. Mentaati peraturan yang ditetapkan oleh PPIH Embarkasi.

IV. Berangkat Menuju Bandara Embarkasi

  1. Menaiki bus dengan tertib dan teratur sesuai dengan regu dan rombongannya.
  2. Dilarang membawa benda-benda tajam, barang yang mudah meledak, majalah/CD porno, rokok dan jamu yang berlebihan.
  3. Jangan mudah menerima titipan barang dari siapapun.
  4. Tas tentengan dan tas paspor jangan sampai tertinggal.
  5. Berangkat menuju bandara dan berdo’a.

V. Di Bandara Embarkasi

  1. Turun dari bus dengan tertib dan teratur.
  2. Tas tentengan dan tas paspor jangan tertinggal dalam bus.
  3. Menaiki pesawat dengan tertib dan menunjukkan paspor dan boarding pass.

VI. Di Pesawat

  1. Simpan tas tentengan di tempat yang telah disediakan (kabin).
  2. Duduk dengan tertib sesuai dengan nomor tempat duduk.
  3. Mentaati ketentuan penerbangan.
  4. Ketika pesawat bergerak (take off) dan selama penerbangan berdo’a dan berdzikir.
  5. Selama dalam penerbangan tidak diperkenankan merokok.
  6. Bagi yang membawa Hand Phone (HP) agar dimatikan selama dalam penerbangan.
  7. Bagi jemaah yang akan melakukan shalat dipersilahkan dengan cara tayamum.
  8. Bagi jemaah yang akan membuang hajat besar atau kecil hendaknya membersihkan dengan tissue yang tersedia di toilet/kakus.
  9. Apabila sakit, hendaknya menghubungi petugas kesehatan yang ada di kloter.
  10. Dilarang mondar-mandir selama dalam penerbangan.
  11. Gunakanlah sabuk pangaman selama dalam penerbangan. Minta bantuan kepada pramugara/pramugari apabila tidak dapat menggunakan peralatan yang tersedia di pesawat. Sebelum turun dari pesawat periksalah barang bawaan, jangan sampai tertinggal.

VII. Di Bandara KAAIA Jeddah/AMAA Madinah

  1. Turun dari pesawat dengan tertib sesuai dengan petunjuk awak kabin dan periksalah barang bawaan masing-masing, jangan sampai tertinggal.
  2. Masuk dalam gate dengan tertib.
  3. Pada waktu menunggu dalam gate, laki-laki dan perempuan tempatnya dipisah.
  4. Siapkan paspor untuk diperiksa oleh petugas.
  5. Agar berhati-hati pada saat dilakukan pemeriksaan badan.
  6. Agar ikut memperhatikan pada saat dilakukan pemeriksaan koper dan tas tentengan serta mempersiapkan kunci koper.
  7. Selesai pemeriksaan barang, menuju wukala untuk mendapatkan tiket bus.
  8. Khusus di Bandara KAAIA Jeddah, di tempat istirahat, carilah koper dan kelompokkan sesuai dengan rombongannya masing-masing. Sedangkan di Bandara AMAA Madinah langsung menuju bus bersama kopernya.
  9. Selama menunggu keberangkatan ke Madinah/Makkah, apabila akan ke kamar mandi, jangan membawa tas tentengan, tas koper, uang dan barang berharga. Sebaiknya dititipkan kepada teman yang dikenal dan dipercaya

VIII. Berangkat Menuju Madinah/Makkah

  1. Menaiki bus dengan tertib dan teratur sesuai rombongan masing-masing dan menyerahkan paspor kepada petugas Arab Saudi (Naqobah).
  2. Ketika bus bergerak dan selama dalam perjalanan, hendaknya berdo’a dan berdzikir, jaga kesehatan, istirahat secukupnya.
  3. Selama dalam perjalanan, hendaknya selalu mengingatkan pengemudi untuk tetap berhati-hati.
  4. Ketika istirahat di rumah makan, tetap memperhatikan barang bawaannya.

IX. Di Madinah

  1. Turun dari bus dengan teratur dan memperhatikan kopernya masing-masing.
  2. Masuk ke pemondokan dengan tertib dan membawa kopernya masing-masing.
    Menempati kamar sesuai dengan ketentuan.
  3. Istirahat secukupnya di pemondokan +/- 2-3 jam sebelum mulai shalat arbain.
  4. Perhatikan lokasi pemondokan tempat tinggal, nama Majmu’ah, nomor rumah dan wilayah dengan cara mengingat tanda-tanda yang mudah dikenal sebelum berangkat ke Masjid Nabawi.
  5. Berangkat ke Masjid Nabawi secara beregu/berombongan, sebelum berangkat hendaknya mematikan lampu, AC, kompor, mengunci koper dan kamar.
  6. Apabila disediakan alat masak, hendaknya dipelajari terlebih dahulu cara penggunaannya.
    Bagi wanita yang sedang haid/sakit sebaiknya tinggal di pemondokan ditemani mahram atau temannya dan mengunci kamar.
  7. Dilarang merokok di dalam kamar dan di tempat-tempat lain yang ada tanda larangan merokok.
  8. Dilarang memasak di sembarang tempat, kecuali di tempat yang telah ditentukan.
    Selama di pemondokan maupun pada saat keluar masuk kamar mandi, hendaknya menutup aurat.
  9. Selama di Madinah hendaknya tetap menjaga kondisi kesehatan.
  10. Pelajari cara menggunakan lift dan setiap menggunakan lift hendaknya berhati-hati dan perhatikan petunjuknya.
  11. Berhati-hati saat naik atau turun dengan tangga berjalan (eskalator), agar pakaian tidak tersangkut.
  12. Agar berhati-hati dengan uang dan barang-barang berharga yang dibawa selama berada di Masjid Nabawi.
  13. Jangan memaksakan ke roudhah, jika kondisinya tidak memungkinkan.
  14. Jangan memaksakan ziarah, apabila kesehatannya tidak memungkinkan.
  15. Jangan hanya mementingkan ibadah sunah tanpa memperhatikan kesehatan.
  16. Makan dan minumlah secara teratur dengan memilih makanan yang bersih dan terlindungi dari pencemaran.
  17. Gunakan pakaian yang tebal untuk mengurangi rasa dingin.
  18. Jangan sering mandi, cukup sekali sehari, jangan menggunakan sabun mandi yang mengandung soda.
  19. Gunakan masker untuk mencegah masuknya debu dan kuman ke saluran pernafasan, ketika berada di luar Masjid dan pemondokan.
  20. Jangan menerima tamu dalam kamar karena akan mengganggu yang lain.
    Perhatikan rambu-rambu lalu lintas, tengoklah ke kanan dan ke kiri apabila akan menyeberang jalan.
  21. Ketika akan meninggalkan pemondokan menuju Makkah/Jeddah, hendaklah perhatikan koper dan tas tentengan jangan sampai tertinggal.
  22. Menaiki bus dengan teratur.
  23. Pada saat di Bir Ali, hendaklah memperhatikan nama bus dan nomor rombongan, serta menjaga uang dan barang berharga ketika di kamar mandi dan di Masjid.
  24. Bagi jamaah haji yang pulang ke Tanah Air melalui bandara AMAA Madinah, hendaklah tidak membawa air zam zam, benda-benda tajam, dan barang yang mudah meledak

X. Di Makkah

  1. Turun dari bus dengan teratur dan memperhatikan kopernya masing-masing.
  2. Masuk ke pemondokan dengan tertib dan membawa kopernya masing-masing.
  3. Menempati pemondokan/kamar sesuai hasil Qur’ah.
  4. Istirahat secukupnya di pemondokan +/- 2-3 jam, sebelum berangkat ke Masjidil Haram untuk thawaf dan sa’i.
  5. Perhatikan lokasi pemondokan tempat tinggal, nomor Maktab, nomor rumah dengan cara mengingat tanda-tanda yang mudah dikenal sebelum berangkat ke Masjidil Haram.
  6. Berangkat ke Masjidil Haram secara beregu/berombongan, sebelum berangkat hendaknya mematikan lampu, AC, kompor, mengunci koper dan kamar.
  7. Apabila disediakan alat masak, hendaknya dipelajari terlebih dahulu cara penggunaannya.
  8. Bagi wanita yang sedang haid/sakit sebaiknya tinggal di pemondokan ditemani mahram atau temannya dan mengunci kamar.
  9. Dilarang merokok di dalam kamar dan di tempat-tempat lain yang ada tanda larangan merokok.
  10. Dilarang memasak di sembarang tempat, kecuali di tempat yang telah ditentukan.
  11. Selama di pemondokan maupun pada saat keluar masuk kamar mandi, hendaknya menutup aurat.
  12. Selama di Madinah hendaknya tetap menjaga kondisi kesehatan.
  13. Pelajari cara menggunakan lift dan setiap menggunakan lift hendaknya berhati-hati dan perhatikan petunjuknya.
  14. Berhati-hati saat naik atau turun dengan tangga berjalan (eskalator), agar pakaian tidak tersangkut.
  15. Agar berhati-hati dengan uang dan barang-barang berharga yang dibawa selama berada di Masjidil Haram.
  16. Jangan memaksakan ziarah, apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan.
  17. Jangan hanya mementingkan ibadah sunah tanpa memperhatikan kesehatan.
  18. Makan dan minumlah secara teratur dengan memilih makanan yang bersih dan terlindungi dari pencemaran.
  19. Gunakan pakaian yang tebal untuk mengurangi rasa dingin.
  20. Jangan sering mandi, cukup sekali sehari, jangan menggunakan sabun mandi yang mengandung soda.
  21. Gunakan masker untuk mencegah masuknya debu dan kuman ke saluran pernafasan, ketika berada di luar Masjid dan pemondokan.
  22. Jangan menerima tamu dalam kamar karena akan mengganggu yang lain.
  23. Perhatikan rambu-rambu lalu lintas, tengoklah ke kanan dan ke kiri apabila akan menyeberang jalan.
  24. Jangan meninggalkan pemondokan berhari-hari karena mengunjungi keluarga.
  25. Bagi jamaah yang akan melaksanakan tarwiyah, agar melapor kepada Ketua Kloter dan melakukan koordinasi dengan pihak Maktab.
  26. Jangan memaksakan untuk mencium Hajar Aswad dengan cara berdesak-desakan pria dan wanita, apalagi harus membayar kepada seseorang.
  27. Pada saat akan meninggalkan pemondokan menuju Jeddah/Madinah, hendaklah berhati-hati dengan barang bawaan, jangan sampai tertinggal, maksimal barang bawaan 35 Kg dan 1 tas tentengan perjamaah, jangan masukkan air zam zam ke dalam koper dan tas tentengan.
  28. Menaiki bus dengan teratur.

XI. Di Arafah

  1. Turun dari bus dengan teratur dan memasuki kemah.
  2. Ketika akan keluar kemah, hendaknya memperhatikan lokasi kemah tempat tinggal, nomor maktab.
  3. Jangan memaksakan diri ke Jabal Rahmah.
  4. Jangan memaksakan wukuf di luar kemah.
  5. Ketika akan meninggalkan Arafah hendaknya mengikuti sistem Taraddudi.
  6. Pakailah kain Ihram dengan menutup badan.

XII. Di Muzdalifah

  1. Turun dari bus dengan teratur dan masuk ke tempat mabit sesuai dengan nomor maktab.
  2. Selama mabit di Muzdalifah upayakan kain Ihram tetap menutup badan.
  3. Hendaklah tetap menjaga kesehatan dengan makan dan minum paket makanan yang dibagikan di Arafah.
  4. Menaiki bus melalui pintu keluar dengan nomor maktab yang sama.

XIII. Di Mina

  1. Turun dari bus dengan tertib dan masuk ke kemah.
  2. Istirahat secukupnya.
  3. Melontar jumroh secara berombongan/beregu.
  4. Patuhi jadwal melontar dan jangan melontar pada waktu padat walaupun afdhal (utama).
  5. Setelah selesai melontar, agar segera kembali ke kemah.
  6. Tetap menjaga kesehatan dengan cara istirahat dan makan minum yang cukup.
  7. Sebaiknya mengambil nafar tsani dan meninggalkan Mina secara berombongan

XIV. Di Madinatul Hujjaj

  1. Turun dari bus dengan tertib.
  2. Menempati kamar secara teratur.
  3. Apabila akan berziarah keliling kota Jeddah, hendaknya menggunakan bus yang telah disediakan oleh panitia.
  4. Penimbangan barang bawaan jamaah maksimum 35 Kg perorang, selebihnya harus dikirim melalui kargo, biaya ditanggung oleh masing-masing jamaah.
  5. Ketika akan berkunjung kepada keluarga yang berada di Jeddah, agar meminta izin kepada panitia dan perhatikan jadwal keberangkatan ke Bandara KAAIA Jeddah. Ketika akan meninggalkan Madinatul Hujjaj menuju bandara KAAIA Jeddah, perhatikan barang bawaannya jangan sampai tertinggal, jangan membawa benda tajam dan barang yang mudah meledak.

XV. Di Bandara KAAIA Jeddah

  1. Turun dari bus dengan tertib.
  2. Simpanlah paspor dengan baik jangan sampai hilang.
  3. Agar memperhatikan informasi tentang kepastian masuk gate.
  4. Masuk dalam gate dengan tertib.
  5. Pada waktu menunggu dalam gate, laki-laki dan perempuan tempatnya dipisah.
  6. Siapkan paspor untuk diperiksa oleh petugas imigrasi.
  7. Naik pesawat dengan tertib sesuai dengan petunjuk awak kabin dan sebelum naik pesawat periksalah barang bawaan masing-masing jangan sampai tertinggal.

XVI. Tiba di Bandara Debarkasi

  1. Turun dari pesawat dengan tertib, sebelum turun periksalah barang bawaan jangan sampai ada yang tertinggal. Siapkan paspor dan buku kesehatan untuk diperiksa oleh petugas.
  2. Carilah koper masing-masing.
  3. Bagi jamaah haji yang langsung pulang ke rumah dan dijemput oleh keluarganya, agar berhati-hati terhadap penjemputnya.
  4. Bagi jamaah haji yang transit, langsung menuju Asrama Haji Debarkasi, untuk selanjutnya pulang ke daerah / rumah masing-masing.

Tidak ada komentar: